Yamaha-Honda Satu Suara Soal Kartel

Placeholder
Otomotif

Jakarta, - Yamaha (Terlapor I) dan Honda (Terlapor II), para terlapor dugaan kartel dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), seolah menyambung lidah saat mempresentasikan materi di persidangan pembacaan kesimpulan di Jakarta, Senin (9/1/2017). Keduanya saling melengkapi, membantah dengan bukti dan logika dugaan kartel dari tim investigator KPPU.

Tim kuasa hukum Yamaha menyampaikan tiga aspek sangkalan kartel, yaitu formil, tidak adanya komunikasi dengan Honda, dan tidak ada bukti ekonomi. Sementara kubu kuasa hukum Honda menyatakan dugaan KPPU sumir dan tidak punya bukti kuat. Selain itu dikatakan KPPU membuat urutan peristiwa yang salah hingga melakukan kesalahan analisa.

“Saya kira dari yang sudah disampaikan dari pihak terlapor I benar adanya. Memang dalam proses persidangan tidak berhasil dibuktikan. Tidak ada motif ekonomi (bagi Honda), dua perusahaan ini sudah memiliki reputasi yang lama, tentu tidak akan bermain dengan itu,” ucap Andi Hartanto, General Manager Corporate Secretary & Legal AHM usai persidangan.

Sama seperti pihak Yamaha, Andi berharap keputusan majelis komisi bakal adil. Sebab kekhawatirannya perkara ini bisa mengaburkan arus investasi ke dalam negeri.

“Karena itu kami berharap sebagai perusahaan yang sudah lama berada di Indonesia lebih dari 45 tahun. KPPU sebagai lembaga yang terhormat bisa memberikan keputusan seadil-adilnya untuk kepentingan yang terbaik bagi semua dan juga bagi konsumen bagi para pelaku usaha,” kata Andi.



Warta Sejenis

memuat...

Warta Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!